Relokasi Bertahap Jadi Strategi PU Mahulu Hadapi Ancaman Banjir Berulang

Ujoh Bilang -Belajar dari banjir besar yang melanda Kabupaten Mahakam Ulu pada 2024 lalu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mahakam Ulu mulai menyiapkan langkah antisipasi untuk mengurangi risiko dampak banjir di masa mendatang.

Dari data yang dihimpun, sebanyak 46 dari 50 kampung di Mahakam Ulu terdampak banjir yang menyebabkan kerusakan rumah warga, jalan, jembatan, fasilitas umum hingga kantor pemerintahan.

Kepala Dinas PU Mahakam Ulu, Didik Subagya mengatakan, relokasi secara menyeluruh membutuhkan anggaran yang sangat besar sehingga pemerintah memilih pendekatan bertahap dengan menyiapkan kawasan yang dinilai aman dari banjir.

“Setelah tahu daerah-daerah yang bebas banjir, kita kasih modalitas umum di situ seperti jembatan, jalan, listrik dan air, sehingga masyarakat dengan sendirinya cenderung pindah,” ujarnya pada Kamis (5/6/2026).

Menurutnya, strategi tersebut dinilai lebih realistis dibandingkan menggunakan pendekatan relokasi penuh yang memerlukan biaya besar untuk setiap kepala keluarga.

Saat ini, program relokasi bencana mulai direncanakan di Kampung Batoq Kelo serta beberapa kampung lainnya yang memiliki rumah warga di kawasan rawan banjir.

Dinas PU juga mengakui keterbatasan anggaran membuat bantuan relokasi belum bisa dilakukan secara maksimal, termasuk untuk pembiayaan pembangunan rumah warga yang akan dipindahkan.

Selain itu, pemerintah daerah saat ini lebih fokus membantu masyarakat melalui pemetaan kawasan aman dan penyusunan tata ruang agar warga memiliki gambaran lokasi yang lebih layak untuk ditempati.

“Kami bantu pemetaan lahannya, kami dorong, tapi inisiatif tetap dari masyarakat karena relokasi itu bukan dari pemerintah,” katany.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap masyarakat secara bertahap dapat berpindah ke wilayah yang lebih aman guna mengurangi risiko kerugian akibat banjir yang terus berulang setiap beberapa tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *