Jalan Berdebu, 20.000 Masker Dibagikan untuk Lindungi Pelajar Kutai Barat

Bagikan :

KUBAR – Asap dan debu yang mengganggu aktivitas warga di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, membuat perlindungan kesehatan pelajar menjadi perhatian.

Sebanyak 20.000 masker disiapkan untuk dibagikan kepada pelajar di sejumlah sekolah di wilayah terdampak.

Pembagian dilakukan secara bertahap di sekolah-sekolah sekitar wilayah operasional PT Bharinto Ekatama (BEK).

Community Development (CD) Department Head PT Bharinto Ekatama (BEK), Kristinawati, mengatakan pembagian masker dilakukan di sejumlah sekolah di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, dan Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Untuk Kutai Barat, sebanyak 2.500 masker dibagikan pada Rabu (26/8/2026) kepada siswa di tiga sekolah, yakni SDN 001 Barong Tongkok, SMPN 1 Simpang, dan SMAN 2 Sendawar.

Pembagian masker akan kembali dilanjutkan. Pada Jumat (28/8/2026), sebanyak 1.000 masker dijadwalkan dibagikan kepada pelajar di empat sekolah yang berada di wilayah Besiq dan Bermai.

“Kalau dari total sekolah yang sudah kita bagikan di Barito Utara, untuk Kecamatan Teweh Timur ada kurang lebih tujuh sekolah. Kemudian, untuk di Kabupaten Kutai Barat, baru tiga sekolah yang hari ini kita bagikan. Kalau total semuanya, kurang lebih ada 20.000 masker yang sudah kita bagikan,” katanya.

Ia menjelaskan, pelajar menjadi sasaran pembagian masker karena kegiatan pendidikan harus tetap berjalan meskipun kondisi udara kurang baik akibat asap dan debu.

“Kenapa anak-anak sekolah? Karena aktivitas sekolah harus terus berjalan. Nah, untuk itu, kami memilih ke sekolah agar setidaknya masker bisa membantu mereka tetap beraktivitas, walaupun di tengah kondisi udara yang kurang baik seperti saat ini yang diakibatkan oleh asap maupun debu,” ujarnya.

Menurutnya, pembagian masker tidak hanya dimaksudkan sebagai respons terhadap kondisi udara saat ini.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong siswa dan guru membangun kebiasaan menjaga kesehatan.

“Jadi, harapannya adalah apa yang kita mulai dari kemarin dan hari ini sebenarnya merupakan sebuah langkah untuk mendorong para siswa dan guru memiliki kesadaran dalam menjaga kesehatan. Artinya, di ruang lingkup sekolah, kesehatan itu sangat perlu supaya mereka tetap bisa berkonsentrasi belajar. Guru juga bisa tetap aktif mengajar. Ini yang diharapkan, sehingga proses belajar tidak terhenti dikarenakan kondisi saat ini,” jelasnya.

YJI Dorong Pelajar Biasakan Hidup Sehat

Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kabupaten Kutai Barat, Maria Christina Mozes Edwin, mengatakan pembagian masker merupakan bagian dari upaya mengajak anak-anak lebih peduli terhadap kesehatan.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui kolaborasi YJI dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar, dan PT BEK.

“Ya, jadi pada hari ini kami dari Yayasan Jantung Indonesia Cabang Kutai Barat berkolaborasi dan bersinergi dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar, dan juga PT BEK. Kami hari ini melakukan pembagian masker,” ucapnya.

Menurutnya, penggunaan masker diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan pembagian selesai.

Para pelajar didorong menjadikan perlindungan kesehatan sebagai kebiasaan sehari-hari.

“Yang kami harapkan dari adanya pembagian masker ini tentunya bukan hanya seremonial atau momen pada hari ini saja, tetapi menjadi suatu kebiasaan bagi anak-anak untuk menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kesehatan,” tuturnya.

Ia juga mengajak pelajar di Kutai Barat bersama-sama menjaga kesehatan di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah.

“Seperti yang kita ketahui, kebakaran hutan dan lahan sekarang ada di mana-mana. Jadi, kami mengajak dan mengimbau kepada anak-anak yang ada di Kutai Barat, yuk, mari sama-sama kita jaga kesehatan kita,” imbuhnya.

Bupati Imbau Pelajar Rentan Jaga Kesehatan

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, mengapresiasi pembagian masker kepada pelajar.

Menurut dia, langkah tersebut dapat membantu melindungi kesehatan anak-anak ketika kondisi udara kurang baik.

“Ya, kami dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi melalui kolaborasi antara Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Yayasan Jantung Indonesia Kabupaten Kutai Barat yang membagikan masker kepada anak-anak sekolah, khususnya di SMPN 1 Barong Tongkok,” sebutnya.

Ia mengingatkan pelajar, terutama mereka yang memiliki kondisi tubuh rentan, agar lebih memperhatikan kesehatan saat kualitas udara menurun.

“Kami mengimbau agar anak-anak, khususnya yang kondisi tubuhnya rentan, tetap menjaga kesehatan karena keadaan atau kondisi udara akhir-akhir ini agak tidak baik,” tambahnya.

Siswa: Jalan Berdebu, Asap Ganggu Aktivitas

Bagi pelajar, kondisi udara yang kurang baik juga terasa dalam aktivitas sehari-hari.

Debu dari jalan dan asap membuat perjalanan menuju sekolah hingga kegiatan di luar ruangan menjadi kurang nyaman.

Vanessa Michelle Erdana, salah satu siswa di Kutai Barat, mengatakan kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas mereka.

“Tanggapan saya sangat positif sekali karena saya merasakan banget, mewakili teman-teman saya, bahwa kadang kami pergi ke sekolah itu jalannya sangat berdebu. Terus, asap juga ada di mana-mana. Itu lumayan mengganggu,” tambahnya.

Menurut Vanessa, kegiatan olahraga di luar ruangan juga terdampak.

Siswa harus lebih berhati-hati ketika beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.

“Kegiatan kami di luar ruangan juga lumayan terganggu. Kami jadi tidak bisa senam di pagi hari karena takut asap,” jelasnya.

Ia berharap para pelajar semakin sadar menggunakan masker sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.

“Harapan saya untuk teman-teman semua agar kita mempunyai kesadaran untuk memakai masker demi kesehatan kita dan kesehatan orang-orang di sekitar kita,” harapnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *