banner 728x250

Jelang Aksi Massa, Andi Harun Tekankan Demokrasi Damai dan Anti Provokasi

Samarinda- Menjelang rencana penyampaian aspirasi pada 21 April 2026, Wali Kota Samarinda mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas dan ketertiban. Di tengah dinamika sosial yang kerap mengiringi aksi unjuk rasa, pesan tentang kedewasaan berdemokrasi kembali digaungkan.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan imbauan tersebut usai menghadiri pertemuan bersama jajaran kepolisian di Polresta Samarinda, Jumat (17/4/2026). Pertemuan itu menjadi bagian dari koordinasi menjelang aksi yang diperkirakan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Dalam keterangannya, Andi Harun menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional yang dijamin oleh undang-undang. Namun, ia mengingatkan bahwa kebebasan tersebut harus dijalankan dengan tanggung jawab.

“Bahwa menyampaikan aspirasi itu adalah hak yang dijamin undang-undang. Kita berkumpul tadi agar penyampaian aspirasi itu berjalan sesuai koridor,” ulasnya.

Bagi pemerintah daerah, menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan ketertiban umum menjadi hal yang krusial. Aksi yang berlangsung tertib dinilai tidak hanya mencerminkan kedewasaan masyarakat, tetapi juga memperkuat kualitas demokrasi di tingkat lokal.

Di sisi lain, Andi Harun menyoroti potensi kerawanan yang kerap muncul dalam aksi massa. Ia mengingatkan adanya kemungkinan penyusupan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat memicu tindakan provokatif.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya literasi informasi di tengah derasnya arus media sosial. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dapat memperkeruh situasi dan memicu konflik.

“Informasi yang terverifikasi kebenarannya harus disikapi dengan bijak dan dikonfirmasi. Agar tidak menjadi pemicu tindakan provokasi yang bisa mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.

Imbauan tersebut menjadi relevan di tengah era digital, di mana informasi dapat menyebar dengan cepat tanpa melalui proses verifikasi yang memadai. Pemerintah berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum jelas kebenarannya.

Sementara itu, dari sisi pengamanan, aparat disebut telah menyiapkan langkah-langkah untuk memastikan jalannya aksi tetap kondusif. Pemerintah menjamin bahwa ruang penyampaian aspirasi tetap difasilitasi, selama dilakukan secara damai dan sesuai aturan.

Andi Harun juga menekankan pentingnya menjaga fasilitas publik yang menjadi bagian dari kepentingan bersama. Ia berharap tidak ada tindakan anarkis maupun perusakan yang dapat merugikan masyarakat luas.

“Yang pasti kita harapkan pelaksanaan aksi unjuk rasa ini berlangsung tertib, aman, dan kondusif. Tidak terjadi tindakan anarkis atau perusakan fasilitas umum,” urainya.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga suasana kota tetap aman dan damai. Partisipasi kolektif dinilai menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang kondusif.

“Kita harapkan semua elemen masyarakat ikut menjaga Samarinda tetap kondusif, aman, dan damai, sambil menjunjung dan menghormati aspirasi yang disampaikan secara damai,” timpal Andi Harun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *