Prihatin Minimnya Fasilitas Bermain, Pemkab Mahulu Dorong Pembangunan TK Pembina dan Penguatan Pendidikan ABK

Bagikan :

MAHULU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini melalui pembangunan sarana pendidikan, penguatan kapasitas tenaga pendidik, hingga kolaborasi dengan orang tua dalam pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan, mengatakan perhatian terhadap pendidikan anak usia dini berawal dari keprihatinannya melihat keterbatasan fasilitas bermain yang dimiliki anak-anak.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk mengupayakan pembangunan Taman Kanak-kanak (TK) Pembina yang representatif.

“Karena melihat fasilitas yang ada, anak-anak tidak mempunyai tempat bermain yang layak, membuat saya merasa miris sebagai Bunda PAUD. Itu sebabnya saya meminta tolong teman-teman untuk membantu saya, dan seluruh masyarakat bisa memberikan bantuan hibah tanah yang bisa diberikan untuk membangun TK Pembina,” katanya, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, keberadaan TK Pembina akan menjadi salah satu langkah strategis dalam menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Selain pembangunan infrastruktur, ia juga menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor yang tidak kalah penting. Ia menekankan perlunya pelatihan bagi guru sekaligus orang tua, terutama dalam mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

“Pendidikan anak, khususnya bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), memerlukan kolaborasi yang erat antara sekolah dan keluarga agar proses pendampingan berjalan secara optimal dan berkesinambungan. Kenapa harus berkolaborasi dengan orang tua, karena menurut saya pelatihan yang diberikan kepada guru tentang bagaimana mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus tidak bisa diterapkan secara menyeluruh jika tidak diberikan kepada orang tua juga. Jadi harus diberikan kepada kedua-duanya, kepada orang tua dan guru, sehingga kolaborasinya berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil yang memuaskan untuk anak-anak kita,” jelasnya.

Ia menegaskan, Pemkab Mahakam Ulu tetap berkomitmen memenuhi amanat alokasi anggaran pendidikan atau mandatory spending sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Alokasi tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan dan rehabilitasi sekolah, penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, hingga peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

Meski masih menghadapi sejumlah tantangan, pemerintah daerah terus berupaya memaksimalkan berbagai program pendidikan agar seluruh anak di Mahakam Ulu memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan merata.

Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat, Pemkab Mahakam Ulu berharap ekosistem pendidikan yang lebih baik dapat terwujud sehingga mampu mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *