Bupati Mahakam Ulu Dukung Pengembangan Sekolah Katolik, Siapkan Regulasi untuk Pembangunan SD Santa Miriam

Bagikan :

MAHULU – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan pendidikan, termasuk sekolah-sekolah yang dikelola keluarga besar Katolik.

Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat akses pendidikan sekaligus membentuk generasi muda yang unggul secara akademik dan berkarakter.

Komitmen itu disampaikan Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan saat menghadiri peresmian dan pemberkatan SD Katolik Santa Miriam Ujoh Bilang, Kamis (23/7/2026).

Ia mengatakan pemerintah daerah akan berupaya mencari regulasi yang tepat agar dapat memberikan dukungan terhadap pengembangan sarana pendidikan di SD Katolik Santa Miriam, sehingga peserta didik dapat belajar dengan lebih nyaman.

“Tentunya ini menyangkut pendidikan, pasti akan terus kita dukung. Kita akan mencari regulasi yang tepat sehingga dapat membantu para suster untuk membangun SD yang lebih baik dan lebih nyaman untuk anak-anak bersekolah,” katanya.

Lebih lanjut, ia menilai sekolah Katolik tidak hanya berperan memberikan pendidikan formal, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter, moral, dan nilai-nilai keagamaan peserta didik sebagai bekal menghadapi kehidupan di masa depan.

Karena itu, ia mengajak seluruh orang tua untuk terlibat aktif mendampingi proses belajar anak-anak di rumah. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga membutuhkan peran keluarga.

“Sekolah memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan formal sekaligus membina nilai-nilai keagamaan dan karakter anak. Namun, kami juga mengajak para orang tua untuk terus mendampingi proses belajar anak-anak di rumah karena pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga,” tuturnya.

Ketua Pembina sekaligus Pimpinan Umum Kongregasi MASF Indonesia dan Pendiri Yayasan Budi Bakti Karya MASF, Suster Marta MASF, mengatakan yayasan telah memiliki lahan yang disiapkan untuk pengembangan sekolah. Namun, pembangunan gedung dan fasilitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

“Tanah sudah tersedia, tapi bangunan belum ada. Moga-moga Tuhan memberkati usaha kita semua untuk bisa mewujudkan cita-cita ini,” ucapnya.

Ia menuturkan, pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan hanya oleh satu pihak.

Dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, yayasan, gereja, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat agar anak-anak Mahakam Ulu memperoleh layanan pendidikan yang semakin berkualitas.

Ia berharap dukungan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga dalam komitmen bersama menciptakan lingkungan belajar yang mampu membentuk generasi cerdas, berkarakter, dan memiliki semangat melayani sesama.

“Kami percaya cita-cita ini dapat terwujud apabila semua pihak berjalan bersama. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama untuk menyiapkan masa depan anak-anak Mahakam Ulu,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran SDK Santa Miriam merupakan bagian dari upaya membangun masa depan pendidikan Mahakam Ulu yang lebih baik.

Sekolah tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan peran pemerintah, yayasan, gereja, tenaga pendidik, keluarga, dan masyarakat dalam mendidik generasi penerus.

“Kehadiran SDK Santa Miriam diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun masa depan pendidikan Mahakam Ulu yang lebih baik melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, yayasan, gereja, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat,” imbuhnya.

Melalui semangat kolaborasi tersebut, Yayasan Budi Bakti Karya MASF optimistis SDK Santa Miriam dapat terus berkembang dan menjadi salah satu lembaga pendidikan yang berkontribusi dalam mencetak generasi Mahakam Ulu yang unggul, beriman, dan berkarakter. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *