UJOH BILANG -Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) memfokuskan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pada dua sumber mata air yang diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat hingga 20 tahun ke depan.
Kepala Dinas PUPR Mahulu, Didik Subagya, mengatakan kajian menunjukkan kebutuhan air bersih diperkirakan mencapai 48 meter kubik dengan asumsi pertumbuhan penduduk sekitar 5 persen, sementara debit dari dua sumber mata air tersebut mampu mencapai 50 meter kubik.
“Kami tidak mau menggunakan air Sungai Mahakam karena setelah diuji laboratorium hasilnya tidak layak sebagai bahan baku dan membutuhkan banyak perlakuan, sehingga kami memilih memaksimalkan sumber mata air,” katanya, Kamis (4/6/2026).
Saat ini SPAM Simpang Aguan di Ujoh Bilang telah beroperasi dan memenuhi kebutuhan sebagian besar warga, sementara pembangunan booster baru di Long Melaham, tepatnya di belakang kantor petinggi, mulai dikerjakan tahun ini.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pembangunan SPAM untuk wilayah Long Bagun melalui booster di belakang SPBU Simpang Tikah, dengan lahan yang disebut telah menjadi aset milik Dinas PU.
Didik akui sejumlah SPAM lama yang dibangun sejak Mahulu masih bergabung dengan Kutai Kartanegara tidak lagi berfungsi karena keterbatasan sumber daya manusia dan pengelolaan.
“Kelemahan pembangunan dulu tidak sinergi sehingga jaringan sulit terkoneksi, sekarang kami berupaya menyambungkan sistem agar lebih efektif dan bisa dimanfaatkan bersama,” ujarnya.
SPAM di Long Pahangai dan Mamahak Teboq pun direncanakan akan diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah kampung karena keterbatasan pegawai.
Menurutnya, cakupan pelayanan SPAM di Ujoh Bilang saat ini telah melampaui 70 persen, kecuali untuk kawasan pengembangan baru.
Seluruh sistem SPAM baru tersebut juga dirancang memanfaatkan gravitasi untuk distribusi air sehingga biaya operasional dapat ditekan karena penggunaan listrik hanya untuk penerangan fasilitas. (*)














