MAHULU — Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, menyiapkan strategi baru untuk memperluas pasar produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemkab Mahulu berencana membangun sistem pemasaran terpadu dengan menyiapkan fasilitas gudang atau stock room di Kantor Penghubung Mahulu di Samarinda.
Rencana tersebut disampaikan Bupati Mahulu Angela Idang Belawan saat ditemui awak media seusai peletakan batu pertama pembangunan Puskesmas Mamahak Besar, Selasa (30/6/2026).
Gudang tersebut nantinya menjadi titik pengumpulan produk UMKM dan kerajinan masyarakat Mahulu sebelum didistribusikan kepada konsumen melalui berbagai platform digital.
Ia mengatakan, pemerintah daerah ingin produk lokal Mahulu tidak hanya beredar di pasar setempat, tetapi mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.
“Kita ingin seluruh hasil kerajinan maupun produk UMKM Mahulu dapat dipasarkan secara lebih luas melalui berbagai platform digital seperti Shopee, TikTok, maupun Tokopedia,” katanya.
Menurut dia, salah satu persoalan yang selama ini menjadi hambatan pelaku UMKM Mahulu adalah biaya logistik.
Jarak dan kondisi geografis membuat ongkos pengiriman produk dari Mahakam Ulu ke daerah lain relatif tinggi.
Kehadiran gudang di Samarinda diharapkan menjadi titik konsolidasi barang sebelum dikirim kepada konsumen.
Dengan demikian, distribusi produk dapat dilakukan lebih efisien dan biaya pengiriman dapat ditekan.
“Selama ini salah satu keterbatasan yang kita hadapi adalah ongkos kirim yang cukup tinggi. Dengan adanya gudang di Samarinda, diharapkan dapat meringankan biaya pengiriman sehingga memudahkan distribusi produk kepada konsumen,” jelasnya.
Selain berfungsi sebagai pusat distribusi, fasilitas tersebut juga berpeluang dikembangkan menjadi galeri produk UMKM Mahulu.
Galeri tersebut nantinya dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah kepada masyarakat di Samarinda maupun daerah lainnya.
Program pemasaran digital ini juga akan melibatkan mahasiswa asal Mahulu yang sedang menempuh pendidikan di Samarinda.
Mereka diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan strategi pemasaran, pengelolaan konten, hingga penguatan promosi produk lokal melalui platform digital.
“Program ini juga akan melibatkan mahasiswa Mahulu yang sedang menempuh pendidikan di Samarinda, khususnya dalam pengembangan strategi pemasaran digital produk lokal,” ujarnya.
Menurut dia, keterlibatan mahasiswa bukan sekadar membantu pemasaran produk UMKM.
Program tersebut juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran praktis bagi generasi muda untuk mengenal dunia usaha dan membangun jiwa kewirausahaan.
Ia berharap mahasiswa Mahulu nantinya tidak hanya melihat masa depan melalui jalur pekerjaan di pemerintahan, tetapi juga memiliki keberanian menciptakan lapangan usaha.
“Saya ingin mahasiswa kita memiliki kegiatan yang terarah dan terukur, sehingga setelah menyelesaikan pendidikan, mereka tidak hanya berorientasi menjadi pegawai pemerintahan, tetapi juga mampu menjadi entrepreneur,” ucapnya.
Melalui sistem pemasaran terpadu tersebut, Pemkab Mahulu berharap produk UMKM dan kerajinan lokal semakin mudah dipasarkan, memiliki daya saing lebih tinggi, serta mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat. (*)














