KUTAI BARAT – Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Ke-XII Tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Kabupaten Kutai Barat tidak hanya difokuskan pada kompetisi inovasi, tetapi juga diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat.
Selain menghadirkan tim penilai dari Kementerian Desa, kegiatan ini juga diisi dengan pembekalan bagi peserta agar inovasi yang lahir dapat terus berkembang setelah perlombaan berakhir.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Kutai Barat, Erlinsiana, mengatakan penghargaan bagi para pemenang seluruh kategori lomba akan diserahkan pada malam penutupan sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi yang dihasilkan peserta.
“Penghargaan tersebut juga akan disampaikan pada malam penutupan. Kami juga menghadirkan narasumber sekaligus tim penilai dari Kementerian Desa untuk melakukan penilaian pada kategori-kategori yang dilombakan,” katanya, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, keterlibatan tim dari Kementerian Desa diharapkan mampu menjamin objektivitas penilaian sekaligus memberikan masukan kepada peserta agar inovasi yang dikembangkan memiliki peluang lebih besar untuk diterapkan di masyarakat.
Selain kompetisi, peserta juga mengikuti mini lokakarya yang menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan TTG XII.
Melalui forum tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai aspek-aspek yang menjadi perhatian dalam penilaian serta strategi mengembangkan inovasi agar memiliki manfaat yang berkelanjutan.
“Hari ini peserta mengikuti mini lokakarya. Dalam kegiatan tersebut mereka mendapatkan pembekalan mengenai berbagai hal yang perlu dipersiapkan, terutama berkaitan dengan proses penilaian dan pengembangan inovasi ke depan,” ujarnya.
Ia menegaskan, meskipun Gelar TTG merupakan agenda utama, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat ingin penyelenggaraan kegiatan ini memberikan dampak yang lebih luas.
Kehadiran ratusan peserta dan tamu dari berbagai daerah diharapkan turut menggerakkan sektor usaha masyarakat, mulai dari kuliner, penginapan, transportasi, hingga pelaku usaha mikro dan ekonomi kreatif.
“Benar sekali. Pada dasarnya kegiatan utama kami adalah Gelar Teknologi Tepat Guna. Namun kami ingin kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia mengatakan keterlibatan UMKM merupakan bagian dari upaya pemerintah agar penyelenggaraan TTG memberikan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Karena itu kami menggandeng para pelaku UMKM agar dapat berpartisipasi dan ikut meramaikan penyelenggaraan acara,” ucapnya.
Menurutnya, kehadiran ratusan peserta, tamu, dan delegasi dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produknya kepada pasar yang lebih luas.
Ia menjelaskan, area pameran di bagian belakang lokasi kegiatan secara khusus disiapkan sebagai pusat aktivitas UMKM.
Berbagai produk kuliner, kerajinan tangan, hingga hasil ekonomi kreatif khas Kutai Barat ditampilkan selama penyelenggaraan Gelar TTG.
“Stand-stand yang berada di area belakang merupakan stand UMKM, dengan jumlah lebih dari 100 tenant yang ikut berpartisipasi selama pelaksanaan Gelar TTG,” tuturnya.
Ia berharap keterlibatan pelaku usaha lokal tidak hanya meningkatkan transaksi selama kegiatan berlangsung, tetapi juga memperluas jejaring pemasaran dan membuka peluang kerja sama dengan peserta maupun tamu dari daerah lain.
“Kami ingin penyelenggaraan Gelar TTG tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat melalui keterlibatan UMKM,” harapnya.
Melalui sinergi antara inovasi teknologi tepat guna dan pemberdayaan UMKM, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap Gelar TTG XII mampu menjadi ajang yang tidak hanya melahirkan solusi bagi pembangunan desa, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian lokal dan memperkuat daya saing produk-produk unggulan daerah. (*)






