BI Kaltim Sediakan Ribuan Kuota Penukaran Uang Baru di Samarinda, Antusias Warga Meningkat Jelang Lebaran

Samarinda – Menjelang Hari Raya Idulfitri, kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan baru kembali meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bank Indonesia (BI) Kalimantan Timur menyediakan ribuan kuota penukaran uang baru di berbagai titik di Kota Samarinda selama bulan Ramadan.

Salah satu layanan penukaran digelar di Kantor Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur dalam rangkaian kegiatan Gerakan Pangan Murah, Kamis (12/03/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya BI untuk memudahkan masyarakat mendapatkan uang pecahan baru, terutama menjelang Lebaran ketika tradisi berbagi uang kepada keluarga dan anak-anak meningkat.

Asisten Penyelia Perkasan Bank Indonesia Kaltim, Rengga Yoga Pandawa, mengatakan layanan penukaran uang telah dibuka sejak awal Ramadan, tepatnya mulai 18 Februari dan berakhir pada Kamis besok.

“Layanan penukaran uang di Bank Indonesia Kaltim sudah dibuka sejak awal Ramadan, mulai 18 Februari hingga besok sebagai hari terakhir,” kata Rengga.

Ia menjelaskan, layanan penukaran tidak hanya dilakukan di satu lokasi. BI menyebarkan layanan di sejumlah titik agar lebih mudah diakses masyarakat, mulai dari masjid di berbagai kecamatan hingga kantor perbankan di Samarinda.

Pada tahap awal, BI menghadirkan mobil kas keliling di lima masjid yang berada di kecamatan berbeda. Selanjutnya, layanan penukaran juga dilakukan melalui perbankan di Samarinda selama tiga hari pada pekan lalu.

Selain itu, BI membuka layanan penukaran terpusat di Gedung Pramuka Samarinda, kawasan Lembuswana. Layanan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis, dengan kuota besar setiap harinya.

“Di Gedung Pramuka kami membuka kuota hingga 1.000 orang per hari. Jadi selama empat hari totalnya sekitar 4.000 kuota,” ujarnya.

BI juga menghadirkan layanan penukaran dengan konsep tematik bekerja sama dengan berbagai instansi, salah satunya melalui kegiatan bersama DPTPH yang digelar hari ini.

Dalam pelaksanaannya, setiap warga dibatasi maksimal menukar uang sebesar Rp5,3 juta dalam bentuk paket pecahan agar distribusi lebih merata.

Rengga merinci, paket tersebut terdiri dari pecahan Rp50.000 sebanyak 50 lembar dan pecahan Rp20.000 sebanyak 50 lembar. Sementara pecahan Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000 masing-masing disediakan sebanyak 100 lembar.

“Pembatasan ini kami lakukan agar pembagian uang baru bisa merata dan seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan uang baru,” jelasnya.

Untuk layanan mobil kas keliling, jumlah warga yang dapat dilayani sekitar 100 orang per hari. Sementara layanan di Gedung Pramuka mampu menampung masyarakat dalam jumlah lebih besar.

Selain membuka layanan penukaran, Bank Indonesia memastikan kebutuhan uang tunai di perbankan telah terpenuhi sebelum Ramadan. Seluruh bank di Samarinda sebelumnya telah menyampaikan proyeksi kebutuhan uang kepada BI.

Rengga menyebutkan kebutuhan tersebut sudah dipenuhi agar distribusi uang tunai selama Ramadan hingga Lebaran berjalan lancar.

Pada pekan lalu, sebanyak 35 bank di Samarinda juga membuka layanan penukaran uang baru dengan kuota 100 orang per hari selama tiga hari.

“Artinya satu bank melayani sekitar 300 orang. Jika dikalikan 35 bank, sebenarnya kuota yang tersedia sudah cukup besar,” katanya.

Meski demikian, tingginya minat masyarakat menjelang Lebaran membuat layanan penukaran tetap ramai didatangi warga.

Salah satu warga, Desi dari Samarinda Seberang, mengaku memilih menukar uang melalui layanan BI karena dinilai lebih pasti.

“Kalau di sini antreannya tidak terlalu banyak dan pasti ada uangnya. Kalau di luar atau di bank kadang sudah habis,” kata Desi.

Ia mengaku sebelumnya sempat mencoba menukar uang di beberapa bank, namun sering tidak mendapatkan kuota.

“Kadang pas tanya di bank sudah habis. Jadi memang terbatas,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *