RimbunNews – Kabar duka datang dari Kalimantan Timur. Mantan Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, meninggal dunia pada Minggu, 22 Desember 2024, sekitar pukul 21.00 WITA. Beliau mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan, setelah menjalani perawatan intensif karena komplikasi penyakit yang dideritanya.
Awang Faroek Ishak, seorang tokoh yang dihormati, lahir di Tenggarong pada 31 Juli 1948. Karier politiknya mencerminkan perjalanan seorang pemimpin yang berdedikasi tinggi terhadap pembangunan Kalimantan Timur. Beliau menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Timur selama dua periode, yakni dari 2008 hingga 2018. Dalam masa kepemimpinannya, ia dikenal sebagai sosok yang visioner dengan sejumlah program strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mengembangkan infrastruktur di wilayah tersebut.
Karier Politik Awang Faroek Ishak
Awang Faroek mengawali perjalanan politiknya dengan menjabat sebagai Bupati Kutai Timur pertama pada periode 1999-2003. Keberhasilannya dalam membangun Kutai Timur membuatnya dilirik untuk posisi yang lebih tinggi, yaitu Gubernur Kalimantan Timur. Selama masa kepemimpinannya, ia memprioritaskan pengembangan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Di bawah kepemimpinan Awang Faroek, berbagai proyek besar berhasil diwujudkan, termasuk Di antaranya, seperti pembangunan Tol Balikpapan Samarinda, Jembatan Mahakam IV, Bandara APT Pranoto Samarinda, Bandara Maratua Berau, Beasiswa Kaltim Cemerlang.
Pada September 2018, Awang Faroek Ishak memilih mengundurkan diri dari jabatannya sebagai gubernur untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI. Beliau terpilih dan menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024, di mana ia melanjutkan perjuangannya untuk membawa aspirasi masyarakat Kalimantan Timur ke tingkat nasional.
Kehidupan Pribadi dan Warisan yang Ditinggalkan
Awang Faroek meninggalkan seorang istri, Ence Amelia, serta dua anak, yaitu Dayang Donna Walfiares Tania dan Awang Fauzan Rahman. Keluarganya dikenal sebagai keluarga yang harmonis dan mendukung penuh karier politik serta pengabdian beliau kepada masyarakat.
Kepergian Awang Faroek meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Kalimantan Timur. Beliau dikenang sebagai “Bapak Pembangunan” yang selalu berjuang untuk memajukan daerahnya. Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai pihak, termasuk para tokoh politik, pejabat pemerintah, hingga masyarakat biasa yang merasa kehilangan seorang pemimpin besar.
Pemakaman di Kampung Halaman
Jenazah Awang Faroek Ishak direncanakan akan dimakamkan di kampung halamannya di Tenggarong, Senin, 23 Desember 2024. Prosesi pemakaman ini dihadiri oleh keluarga, kerabat dekat, serta masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Kepergian Awang Faroek Ishak menandai akhir perjalanan seorang tokoh besar yang telah memberikan dedikasi luar biasa bagi kemajuan Kalimantan Timur. Warisan kepemimpinannya akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.
