Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda menyiapkan sistem pengawasan ketat dalam pelaksanaan kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN melalui dashboard monitoring berbasis real-time.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa sistem ini dirancang agar kebijakan WFH tidak sekadar formalitas, melainkan benar-benar terukur dan transparan.
“Kita tidak ingin hanya patuh secara instruksi, tapi juga membangun kesadaran yang bisa diukur dan diuji”, katanya, Jum’at (10/04/2026).
Melalui sistem tersebut, ASN diwajibkan melakukan absensi menggunakan geotagging sebanyak tiga kali sehari pagi, siang, dan sore langsung dari rumah masing-masing. Data lokasi akan terhubung dengan peta untuk memastikan keabsahan kehadiran.
Pemkot juga akan menghitung penghematan bahan bakar dari kebijakan ini. Dengan asumsi konsumsi kendaraan roda empat 1 liter per 10 kilometer, setiap ASN diperkirakan dapat menghemat sekitar 2 liter BBM per hari.
Namun, Andi Harun menegaskan adanya sanksi berat bagi ASN yang mencoba memanipulasi data, termasuk penggunaan fake GPS.
“Kalau ada yang memalsukan lokasi, itu pelanggaran disiplin berat”, tegasnya.
Meski sistem ini bersifat terbuka, pemerintah memastikan perlindungan data pribadi tetap menjadi prioritas. Informasi seperti lokasi rumah ASN tidak akan dipublikasikan.
“Privasi tetap kita jaga sesuai aturan, tapi data efisiensi dan capaian akan kita buka ke publik”, jelasnya.
Dengan sistem ini, Pemkot Samarinda menjadi salah satu daerah yang mulai menerapkan pengawasan WFH berbasis teknologi secara menyeluruh dan transparan.














