banner 728x250

Pemkot Samarinda Klarifikasi Speedboat Rp1,69 Miliar, Ternyata Armada Penyelamatan

Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai anggaran pengadaan satu unit kapal cepat (speedboat) senilai Rp1,69 miliar pada 2025.

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah menegaskan kapal tersebut bukan diperuntukkan sebagai transportasi penumpang, melainkan armada khusus penyelamatan di perairan.

Kepala BPBD Samarinda, Suwarso, menjelaskan kapal itu dirancang dengan spesifikasi teknis tinggi untuk mendukung operasi evakuasi dan tanggap darurat, terutama di kawasan Sungai Mahakam yang memiliki arus deras serta aktivitas pelayaran padat.

“Ini bukan speedboat penumpang. Dari awal memang dirancang untuk kebutuhan penyelamatan, termasuk dukungan alat navigasi khusus untuk operasi rescue,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Secara teknis, kapal tersebut merupakan jenis Rigid Hull Aluminium Boat dengan panjang 7 meter, lebar 2,2 meter, dan tinggi lambung 0,7 meter. Kapal itu juga memiliki draft 0,35 meter sehingga mampu bermanuver di perairan dangkal maupun dalam.

Material marine aluminium yang digunakan dinilai lebih kuat terhadap benturan dan aman dipakai dalam kondisi perairan berisiko tinggi.

Dari sisi performa, kapal dilengkapi dua mesin outboard masing-masing 85 tenaga kuda yang mampu menghasilkan kecepatan operasional hingga 28–30 knot.

Dengan kapasitas tujuh orang, kapal tersebut menyediakan ruang khusus bagi tim penyelamat beserta peralatan evakuasi, bukan untuk angkutan massal.

Suwarso menegaskan desain kapal telah disesuaikan dengan kebutuhan lapangan agar dapat memberikan dukungan maksimal saat operasi penyelamatan.

“Kapal ini bukan speedboat penumpang, sejak awal memang dirancang untuk kebutuhan penyelamatan dan sudah dilengkapi alat navigasi khusus untuk operasi rescue,” katanya.

Pengadaan armada ini juga diproyeksikan mendukung pengamanan berbagai agenda besar tahunan di Samarinda, seperti Festival Mahakam dan Festival Karang Mumus. Selain itu, kapal akan difungsikan sebagai sarana patroli untuk menjaga keselamatan aktivitas masyarakat di sepanjang tepian sungai.

Dengan kehadiran kapal khusus berstandar heavy-duty tersebut, BPBD Samarinda optimistis kemampuan penanganan kondisi darurat di perairan akan meningkat signifikan.

“Harapannya, ini bisa menjadi tulang punggung operasi penyelamatan di Samarinda, terutama di kawasan perairan yang selama ini cukup rawan,” tutup Suwarso.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *