Kutai Barat – PT Trubaindo Coal Mining (TCM) terus memperkuat pemberdayaan generasi muda di sekitar wilayah operasionalnya melalui program pengembangan usaha produktif berbasis peternakan dan pertanian terpadu. Inisiatif ini diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membuka peluang ekonomi, serta mendorong kemandirian masyarakat lokal.
Salah satu program yang dijalankan adalah pembinaan Kelompok Himpunan Pemuda Mandiri (HPM) IPU GREEN di Kampung Damai Seberang. Kelompok yang berdiri sejak 2024 ini beranggotakan tujuh pemuda dan mengelola usaha peternakan dengan 115 ekor ayam petelur serta 200 ekor ayam broiler.
Dari usaha tersebut, kelompok mampu memproduksi sekitar 1.440 butir telur per bulan. Selain fokus pada produksi, para anggota juga aktif memasarkan hasil ternak dengan memanfaatkan media sosial dan jejaring lokal, termasuk memasok ayam broiler ke sejumlah rumah makan serta memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.
Distribusi telur dilakukan melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMKa), pelaku usaha lokal, hingga penjualan langsung kepada masyarakat. Selain itu, kelompok juga mengembangkan pertanian terpadu dengan membudidayakan berbagai komoditas seperti tomat, terong, jagung, buncis, cabai, labu, hingga sayuran hidroponik guna mendukung ketahanan pangan lokal.
Community Development Head TCM, Jones Silas, menegaskan bahwa pelibatan generasi muda menjadi fokus utama dalam program pemberdayaan masyarakat.
“Anak muda memiliki potensi besar jika diberikan ruang dan pendampingan yang tepat. Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga proses pembelajaran, penguatan jejaring, dan kemandirian,” ujarnya.
Ketua HPM IPU GREEN, Agustian, mengaku program tersebut memberikan pengalaman berharga bagi anggotanya dalam mengelola usaha secara kolektif.
“Kami belajar dari proses pemeliharaan hingga pemasaran. Dukungan dan kerja sama yang terjalin membuat kami semakin percaya diri mengembangkan usaha di kampung,” katanya.
Kembangkan Pola Kemitraan
Selain di Kampung Damai Seberang, TCM juga mendampingi Kelompok IFS Eso Elo Mandiri di Kampung Mentika. Kelompok yang berdiri sejak 2019 ini mengusung konsep integrated farming system yang menggabungkan sektor pertanian, pembibitan tanaman buah, serta peternakan ayam petelur.
Saat ini, kelompok tersebut mengelola sekitar 300 ekor ayam petelur dengan kapasitas produksi mencapai 5.760 butir telur per bulan.
Sejak 2024, kelompok mulai mengembangkan budidaya ayam petelur melalui pola kemitraan bersama TCM dan Layung Farm. Skema ini memungkinkan peternak fokus pada pengelolaan usaha tanpa terbebani persoalan pemasaran dan ketersediaan pakan.
Dalam pola tersebut, Layung Farm secara rutin menyerap hasil panen sekaligus memasok kebutuhan pakan setiap pekan. Skema ini dinilai efektif dalam menjaga keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan produktivitas kelompok.
Ketua Kelompok IFS Eso Elo Mandiri, Muso, menyebut program kemitraan ini memberikan dampak positif terhadap pengembangan usaha dan peningkatan pendapatan anggota.
“Dengan adanya kemitraan, kami bisa lebih fokus pada pemeliharaan ternak karena pemasaran dan pakan sudah didukung. Pendampingan teknis juga membantu meningkatkan kapasitas produksi,” ujarnya.
Komitmen Perusahaan
PT Trubaindo Coal Mining merupakan anak usaha dari PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM), perusahaan energi nasional dengan bisnis terintegrasi yang mencakup pertambangan, jasa energi, serta pengembangan energi terbarukan.
Sejalan dengan transformasi bisnis, ITM terus memperluas portofolio di sektor energi ramah lingkungan dan mineral strategis. Perusahaan juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) guna mendukung pembangunan berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.


