Samarinda- Gelombang ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap kepemimpinan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, kian menguat.
Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur menyatakan siap menggelar aksi unjuk rasa pada Selasa, 21 April 2026.
Aliansi tersebut disebut merupakan gabungan dari 44 organisasi dengan estimasi massa mencapai lebih dari 4.000 orang.
Aksi direncanakan akan dipusatkan di dua lokasi, yakni Kantor Gubernur Kalimantan Timur dan Gedung DPRD Kalimantan Timur.
Koordinator Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim, Erly Sopiansayah, menegaskan bahwa gerakan ini tidak berkaitan dengan dinamika politik pasca Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim.
“Pilgub sudah selesai, tidak ada lagi kubu-kubuan, baik kubu kalah maupun menang. Ini murni kepentingan masyarakat yang kecewa terhadap kebijakan-kebijakan gubernur,” ujarnya Minggu (12/04)
Ia juga mengklaim bahwa sejumlah pihak yang sebelumnya mendukung gubernur kini turut bergabung dalam aliansi tersebut. Menurutnya, hal itu menjadi indikasi meluasnya kekecewaan publik.
Erly menambahkan, aksi ini didorong oleh berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk tudingan praktik nepotisme dan dinasti politik.
“Salah satu tuntutan kami adalah menghentikan praktik dinasti dan nepotisme di Kalimantan Timur,” katanya.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun panitia, sebanyak 4.075 orang telah menyatakan akan ikut serta dalam aksi tersebut.
Massa dijadwalkan akan berkumpul di depan Gedung DPRD Kalimantan Timur sebelum bergerak ke titik aksi lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terkait rencana aksi tersebut.














