banner 728x250

Pemkot Samarinda Finalisasi Rehabilitasi SMPN 2, Anggaran Ditekan Tanpa Ganggu Aspek Keselamatan

Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda masih mematangkan rencana perbaikan dan rehabilitasi bangunan SMP Negeri 2 Samarinda pascakebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu. Proses pembahasan kini telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan segera difinalkan.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengatakan bahwa saat ini pembahasan tinggal menunggu keputusan akhir terkait perencanaan teknis dan anggaran rehabilitasi.

“Masih proses pembahasan, mungkin besok finalnya ya, terkait rencana perbaikan atau rehabilitasi pascakebakaran SMP 2,” ujarnya usai kegiatan paparan, Selasa (07/04/2026).

Dalam rencana tersebut, anggaran yang diajukan untuk rehabilitasi mencapai sekitar Rp2,15 miliar. Namun, Pemkot Samarinda meminta adanya penyesuaian guna menekan biaya tanpa mengurangi aspek keselamatan bangunan.

“Anggarannya kurang lebih sekitar Rp2 miliaran, yang diajukan Rp2 miliar 150 juta. Tapi kami memberi arahan untuk melakukan penghematan lagi,” jelasnya.

Menurut Andi Harun, efisiensi yang diminta berkisar antara 5 hingga 10 persen dari total anggaran. Penghematan akan difokuskan pada aspek non-struktural, terutama pada bagian arsitektural dan finishing bangunan.

“Penghematannya kita tinjau dari beberapa aspek, baik struktur, mekanikal elektrikal, maupun arsitektural dan finishing. Tapi yang paling memungkinkan itu dari sisi arsitektur,” ungkapnya.

Ia mencontohkan penggunaan material seperti keramik yang tidak harus menggunakan spesifikasi komersial tinggi, melainkan cukup standar untuk kebutuhan bangunan sekolah. Selain itu, beberapa elemen desain juga akan dikaji ulang agar tidak menambah beban struktur.

“Ada keramik yang lebih murah, karena untuk sekolah tidak harus spek komersial. Kemudian di bagian depan misalnya menggunakan cor dak, padahal itu tidak menanggung beban. Itu bisa dipertimbangkan lagi,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa aspek struktur bangunan tidak boleh dikompromikan karena berkaitan langsung dengan keselamatan.

“Yang tidak boleh terganggu itu aspek struktur. Karena bangunan gedung, aspek keselamatan itu utama. Tapi dari sisi arsitektur seperti jenis cat, plafon, dan atap, itu masih bisa dilakukan penghematan,” tegasnya.

Terkait waktu pelaksanaan, ia menyebut pekerjaan rehabilitasi masih menunggu hasil finalisasi pembahasan anggaran dan perencanaan teknis.

“Belum final, tunggu saja hasil finalnya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *