RimbunNews – Pada Sabtu 21/9/24 Erau secara resmi dimulai di Tenggarong Kutai Kartanegara. Agenda tahunan ini selalu ditunggu tunggu oleh masyarakat Kalimantan Timur. Merupakan tradisi ratusan tahun Erau merupakan kekayaan budaya Kerajaan Kutai.
Erau merupakan salah satu festival budaya tertua dan paling ikonik di Indonesia, yang diselenggarakan setiap tahun di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Berawal dari ritual kerajaan Kesultanan Kutai Kartanegara, Erau telah menjadi ajang untuk memperkenalkan kekayaan tradisi, seni, dan budaya suku Kutai kepada masyarakat luas.

Asal Usul dan Sejarah Erau
Kata “Erau” berasal dari bahasa Kutai yang berarti “keramaian” atau “kegembiraan.” Festival ini pertama kali diselenggarakan pada abad ke-16 ketika Aji Batara Agung Dewa Sakti, pendiri Kerajaan Kutai Kartanegara, merayakan upacara adat untuk pertama kalinya. Tradisi ini kemudian diwariskan dari generasi ke generasi, berkembang menjadi perayaan besar yang melibatkan berbagai elemen budaya dan ritual, serta diakui sebagai warisan budaya yang tak ternilai.
Awalnya, Erau hanya diadakan saat pengangkatan raja atau Sultan baru sebagai bentuk penyucian diri dan wilayah kerajaan. Namun, seiring waktu, festival ini bertransformasi menjadi acara tahunan yang terbuka untuk umum, menampilkan keindahan budaya dan tradisi yang diwariskan oleh Kesultanan Kutai Kartanegara.
Ritual dan Kegiatan Erau
Selama berlangsungnya Erau, pengunjung akan disuguhi berbagai macam atraksi dan ritual adat yang menjadi daya tarik utama. Salah satu prosesi yang paling penting dan sakral adalah “Belimbur,” di mana peserta dan pengunjung saling menyiram air sebagai simbol penyucian diri dan harapan akan keberkahan. Prosesi ini dipercaya dapat membersihkan diri dari hal-hal negatif dan menjadi lambang penyatuan antara manusia dengan alam.

Selain Belimbur, terdapat berbagai acara seni tradisional seperti tarian Dayak, upacara adat, pameran kerajinan tangan, pertunjukan musik tradisional, serta kuliner khas daerah Kutai. Festival ini juga dimeriahkan oleh penampilan kesenian dari berbagai suku di Indonesia dan negara sahabat, menambah keanekaragaman budaya yang ditampilkan dalam Erau.
Peran Erau dalam Pelestarian Budaya dan Pariwisata
Erau bukan hanya sekadar ajang perayaan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pelestarian dan pengenalan budaya lokal kepada generasi muda dan wisatawan. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara bersama masyarakat setempat berupaya untuk menjadikan Erau sebagai destinasi wisata budaya yang mampu menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

Dengan menggabungkan tradisi, seni, dan hiburan, Erau berhasil menjadi salah satu festival budaya yang paling dinanti di Indonesia. Acara ini tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat Kutai, tetapi juga menjadi sumber pendapatan dan penggerak ekonomi lokal melalui pariwisata dan industri kreatif.
