banner 728x250

PDIP Kaltim Tegaskan Akan Berperan Aktif di Pilkada 2024

RimbunNews – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, suasana politik di Kalimantan Timur (Kaltim) semakin menghangat. Di tengah-tengah persaingan politik yang kian ketat, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kaltim menyatakan sikap tegas untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktif berpartisipasi dalam kontestasi politik tersebut.

Sekretaris DPD PDIP Kaltim, Ananda Emira Moeis, dengan tegas menyatakan bahwa partainya akan turut serta dalam Pilkada Kaltim 2024, meskipun keputusan resmi dari DPP PDIP belum diterbitkan. “Kami pasti ikut serta di Pilkada, masa cuma jadi penonton,” tegas Ananda, yang akrab disapa Nanda.

Pernyataan Nanda ini memunculkan harapan bahwa pada pemilihan gubernur nanti, akan ada dua pasangan calon yang bertarung, sehingga menghindari kemungkinan adanya kotak kosong. Hingga saat ini, pasangan Rudi Mas’us dan Seno Aji telah berhasil mendapatkan dukungan dari 43 kursi di DPRD Kaltim, dengan komposisi Golkar 15 kursi, Gerindra 10 kursi, PKB 6 kursi, PKS dan PAN masing-masing 4 kursi, serta Nasdem dan PPP masing-masing 2 kursi.

Dengan dukungan besar ini, pasangan petahana Isran Noor dan Hadi Mulyadi terancam tidak dapat mengikuti Pilkada, meskipun Demokrat yang memiliki 2 kursi di DPRD Kaltim telah memberikan rekomendasi kepada mereka. Namun, jika PDIP dengan 9 kursinya juga memberikan dukungan, maka syarat minimal dukungan dari partai politik akan terpenuhi, membuka peluang adanya dua pasangan calon pada Pilkada 2024.

Meskipun PDIP Kaltim belum memastikan dukungan mereka, indikasi dukungan kepada pasangan Isran-Hadi semakin kuat. “Jadi kami sudah sepakat agar masyarakat punya pilihan. Tapi kita lihat lagi bagaimana keputusan DPP PDIP nantinya,” ujar Nanda, menekankan pentingnya pilihan bagi masyarakat Kaltim demi keberlangsungan proses demokrasi yang sehat.

Nanda juga menambahkan bahwa DPD PDIP Kaltim telah menyampaikan berbagai catatan penting kepada pengurus pusat terkait kandidat yang akan diusung, mencakup rekam jejak, analisa politik, serta konstelasi politik di Kaltim. “Kita sama-sama tunggu saja hasil dari keputusan pengurus pusat, saya tidak bisa jawab sekarang,” tambahnya.

Apapun keputusan DPP PDIP nantinya, Nanda memastikan bahwa seluruh kader PDIP di Kaltim akan mematuhinya. “Kita doakan saja yang terbaik. Semoga yang diusung nanti juga bakal jadi gubernur nantinya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *