RimbunNews.co.id, Doha — Pemakaman pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, berlangsung khidmat di Doha, Qatar, pada hari Jumat (2/8), dua hari setelah pembunuhannya di Teheran, Iran. Kabar duka ini menarik perhatian banyak pihak, dilansir oleh kantor berita Reuters dan Al Arabiya.
Ribuan pelayat berkumpul di masjid besar Imam Muhammad ibn Abd al-Wahhab di utara Doha, tempat prosesi pemakaman dilaksanakan. Di antara mereka yang hadir termasuk Khaled Meshaal, yang diperkirakan akan menggantikan Haniyeh sebagai pemimpin politik Hamas, serta pejabat senior Hamas lainnya dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani.
Jenazah Haniyeh, yang dibungkus bendera Palestina, dibawa melintasi masjid melewati ratusan orang bersama dengan jenazah pengawalnya, yang tewas dalam serangan yang sama di Teheran. Setelah prosesi di masjid, Haniyeh dimakamkan di sebuah pemakaman di kota Lusail, sebelah utara Doha.
Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri, saat menghadiri pemakaman, menyampaikan melalui telepon kepada Reuters: “Pesan kami kepada pendudukan (Israel) hari ini adalah bahwa kalian tenggelam dalam lumpur dan akhir kalian semakin dekat dari sebelumnya. Darah Haniyeh akan mengubah semuanya.”
Sebelumnya, pejabat senior Hamas Khalil Al-Hayya dalam konferensi pers menyatakan bahwa Haniyeh tewas akibat rudal yang menghantamnya di wisma tamu negara di Teheran, tempat ia menginap. Haniyeh berada di Iran untuk menghadiri pelantikan presiden baru negara tersebut.
Pemerintah Iran dan Hamas menuduh Israel sebagai pelaku pembunuhan tersebut dan telah bersumpah untuk membalas dendam. Israel sendiri, hingga kini, belum mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut maupun membantahnya.
