RimbunNews – Paetongtarn Shinawatra, putri dari mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra, telah terpilih menjadi perdana menteri baru Thailand, menjadikannya perdana menteri wanita kedua di negara tersebut. Pada usia 37 tahun, Paetongtarn diangkat setelah Mahkamah Konstitusi Thailand memberhentikan Srettha Thavisin dari jabatannya dua hari sebelumnya.
Sebagai anggota keluarga yang sudah lama berpengaruh dalam politik Thailand, Paetongtarn melanjutkan tradisi politik keluarganya yang kerap disebut sebagai dinasti politik. Ayahnya, Thaksin Shinawatra, pernah menjabat sebagai perdana menteri Thailand sebelum digulingkan dalam kudeta politik. Kini, putrinya mengikuti jejaknya menuju tampuk kekuasaan tertinggi.
Paetongtarn adalah anak bungsu dari tiga bersaudara yang lahir dari pasangan Thaksin dan Potjaman Damapong. Dibesarkan di Bangkok dan mengenyam pendidikan di sekolah swasta, ia telah terpapar dunia politik sejak muda, mengikuti jejak ayahnya yang kala itu menjabat sebagai menteri luar negeri Thailand.
Paetongtarn menjadi anggota keempat keluarga Shinawatra yang menduduki posisi perdana menteri, setelah kakak ipar Thaksin, Somchai Wongsawat, menjabat pada tahun 2008, dan saudara perempuannya, Yingluck Shinawatra, menjabat dari tahun 2011 hingga 2014. Kedua pendahulunya ini dipaksa turun dari jabatan melalui putusan pengadilan.
Keluarga Shinawatra telah memegang pengaruh besar dalam politik dan ekonomi Thailand selama beberapa dekade. Paetongtarn, yang akrab dipanggil Ung Ing, sebelumnya membantu menjalankan bisnis perhotelan keluarga sebelum beralih ke dunia politik tiga tahun lalu. Selama kampanye pemilu 2023, ia aktif dalam membangun profil publiknya meski popularitas partainya, Pheu Thai, mulai menurun.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersabar terhadap implementasi kebijakan pemerintah, termasuk program bantuan tunai senilai 500 miliar baht (14,3 miliar dollar AS). Setelah dilantik, Paetongtarn akan menjadi perdana menteri termuda Thailand dan wanita kedua yang memegang jabatan tersebut, mengikuti jejak bibinya, Yingluck Shinawatra.
Sumbe CNA
