Menjadi wiraswasta bukan sekadar bagaimana menghasilkan dan menjual suatu produk atau jasa. Tapi juga bagaimana mendistribusikan keuntungan melalui jalan yang positif. Itulah yang diyakini Samsudin, pemilik Arraya Group yang menaungi usaha advertising dan properti real estate.
Pada 2013, Samsudin memberanikan diri membeli mesin percetakan jenis Jerman di Jakarta. Padahal waktu itu dia belum memiliki uang yang cukup. Dana yang dimiliki sejumlah Rp 20 juta dijadikannya sebagai uang muka pembayaran. Samsudin membayarnya dengan cara mengangsur bermodalkan kepercayaan.
Kedisiplinan dalam berusaha ditambah menjaga kepercayaan pelanggan perlahan membawa bisnis percetakan yang digeluti Samsudin berkembang. Kini, Samsudin mampu memekerjakan 30 karyawan dengan omzet usaha mencapai Rp 300 juta dalam satu bulan. Dari pendapatan tersebut, dia bisa mengantongi keuntungan bersih Rp 100 juta hingga Rp 150 juta.
“Saya selalu mengutamakan pelayanan yang cepat dan berkualitas. Selain itu, harus konsisten dalam memegang kepercayaan konsumen maupun mitra kerja,” sebutnya.
Berhasil mengembangkan usaha percetakan, Samsudin lantas melirik peluang bisnis lainnya. Berawal dari kegemaran melihat gambar rumah, dia menjadi tertarik berbisnis properti. Di 2015, Samsudin mulai merintis usaha properti dengan membangun beberapa rumah di kawasan Jalan M Said. Banyaknya warga Samarinda yang kesulitan untuk bisa mempunyai rumah menjadi pertimbangan dalam merintis usaha properti dan real estate yang diberi nama Arraya Regency.
“Arraya Regency memberikan pilihan hunian dengan harga yang kompetitif dan bisa dijangkau masyarakat,” papar pehobi joging ini.
Sebagaimana Arraya Advertising, bisnis properti miliknya ini perlahan berkembang. Pada 2016 silam, Samsudin membangun kompleks perumahan Arraya Regency 2 di kawasan Loa Bakung. Di lahan seluas dua hektare, kompleks perumahan keduanya ini direncanakan menyediakan 125 unit properti. “Ada tiga pilihan tipe rumah yang kami tawarkan. Yaitu tipe 36, tipe 45, dan tipe 55,” imbuhnya.
Kini, bisnis properti dan real estate yang dijalankan Samsudin mampu menghasilkan omzet sekira Rp 300 juta hingga Rp 400 juta. Bersama Arraya Advertising yang lebih dulu dikembangkan, Arraya Regency masuk dalam Arraya Group yang dimiliki Samsudin.
“Dalam rentang 2013 sampai 2014, saya sempat dikejar utang sampai setengah miliar. Dengan ikhtiar dan komitmen untuk membayar, akhirnya saya mampu melunasinya,” kisah ayah tiga anak ini.
Pun begitu, Samsudin juga sempat diremehkan orang saat pertama merintis Arraya Regency. Sebagai pemain baru, dia dianggap belum berpengalaman. Namun omongan orang tidak terlalu didengarkannya. Samsudin terus menjalankan bisnisnya dengan mematangkan setiap strategi dan tidak lupa memaksimalkan ibadah kepada Yang Maha Kuasa.
Hasilnya, Samsudin berhasil mencatatkan penjualan yang mengesankan. Pernah dalam satu bulan dia berhasil menjual 8 unit rumah. Sementara di bisnis percetakan, omzetnya mampu menembus angka Rp 800 juta dalam sebulan. “Pencapaian itu merupakan hal yang paling berkesan buat saya. Bagi saya, ada kepuasan tersendiri saat saya berhasil menjual dan gol tercapai,” jelasnya.
Samsudin meyakini, keberhasilannya dalam berwiraswasta tak terlepas dari peran Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu dalam menjalankan usaha, dia bukan sekadar memikirkan produksi dan penjualan. Melainkan juga distribusi penghasilan yang didapatkan. Dalam hal ini, sebagian pendapatannya disedekahkan kepada orang-orang yang membutuhkan dan juga anak-anak yatim piatu.
“Semakin banyak produksi, maka semakin banyak pula sedekah yang mesti dikeluarkan. Sedekah inilah yang membuat usaha menjadi berkah. Harta tidak akan pernah berkurang selama digunakan untuk memuliakan orang lain,” pungkas pria 33 tahun ini. (***)
TENTANG SAMSUDIN
Nama: Samsudin
Istri: Astria Heriyanto
Anak:
- Rias Nurraya Hunnah
- MS Malikussaid Samsuddin
- M Ismail
Alamat: Jalan Antasari II Nomor 5, Samarinda
